Bupati Jember Ajak Komitmen Calon Kades untuk Deklarasi Damai

Diskominfo Jember – Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menyampaikan agenda “Deklarasi Calon Kepala Desa Damai” kepada teman – teman kader yang telah mengikuti Pilkades serentak di Aula Serbaguna Kaliwates, Selasa 16 November 2021.

“Disinilah titik awal kita melakukan kebersamaan untuk menyampaikan kepada teman-teman calon kader kita untuk mengikuti Pilkades serentak nanti yang rencananya diadakan pada tanggal 25 November. Kita tinggal menunggu surat dari Menteri dan kalau surat sudah turun pemilihan tersebut dilaksanakan pada hari 25 November,” ungkap Bupati Jember.

Penyampaian deklarasi tersebut sangat penting karena sebagai komitmen masing-masing kader dalam melaksanakan Pilkades agar dapat berjalan dengan baik dan jujur.

“Terima kasih kepada peserta, karena apabila tidak ada yang mengikuti Pilkades akan repot juga siapa yang memimpin desa ini. Karena pembangunan di Jember akan berhasil kalau desa-desa itu bisa sukses karena masyarakat terbanyak berada di desa dan tentunya kami mengharapkan di Pilkades ini bisa terpilih yang terbaik, dipercaya, dan Amanah kepada masyarakat sekitar,” Imbuhnya.

Menurutnya, saat ini masih banyak PR yang belum terselesaikan. Permasalahan tersebut diantaranya stating, buta huruf, AKI, AKB, dan kemiskinan. Oleh karena itu, kepedulian Kades yang terpilih dapat diharapkan membantu mengatasi permasalahan yang ada.

“Terpilihnya Kades nantinya sungguh diharapkan, jangan sampai Pemkab Jember mempunyai suatu kebijakan yang tidak in line dengan desanya, padahal kebutuhan desa sangat penting,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Pilkades nantinya, protokol kesehatan diutamakan karena sudah terdapat Covid varian baru, yaitu Delta Plus AY 42 yang memiliki resiko tinggi sehingga untuk perayaan Natal dan Tahun Baru nanti akan dikendalikan mengingat Jember masih berada di level 3 untuk vaksinya dan nantinya pemerintah akan kejar pelaksanaan kegiatan vaksinisasi agar levelnya segera menurun.  

Selanjutnya, keputusan surat dari Menteri baru diturunkan H-3 sebelum acara dikarenakan terkait kebijakan pemerintah yang tidak ingin terjadi apa-apa saat pelaksanaan Pilkades nanti karena pastinya dihadiri orang banyak yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.

“Keamanan sudah dibantu oleh tim TNI dan Tim Polri dengan keamanan standar tentang titik rawan yang dipahami oleh TNI dan Polri, kami juga mohon dukungan masyarakat sekitar,” Pungkasnya. 

Tidak hanya dukungan dari TNI dan Polri saja, tetapi dukungan dari masyarakat bersama juga perlu untuk melindungi Kabupaten Jember ini.