Diskominfo Jember - Sebanyak 21 penampil dari berbagai latar belakang hadir dalam Festival Egrang ke-XIV di Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8/2026). Mereka datang dari sekolah, komunitas, kelompok disabilitas, lintas generasi, lintas etnis, hingga organisasi sosial keagamaan. Beragam identitas tersebut bertemu melalui permainan tradisional dalam satu perhelatan yang mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas melalui Permainan Tradisi”.Direktur Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek, mengatakan keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Festival Egrang. Bagi Tanoker, permainan tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan masyarakat saling mengenal, berkarya, dan merayakan keberagaman bersama-sama.“Hari ini 21 penampil yang berwarna terdiri dari sekolah, komunitas, kelompok disabilitas, lintas generasi, lintas etnis, organisasi sosial keagamaan akan berjalan bersama menampilkan hal yang terbaik karya mereka,” ujar Farha Ciciek.Ia menuturkan Festival Egrang telah berkembang menjadi kegiatan yang memiliki makna lebih luas bagi masyarakat Ledokombo. Di balik bentuknya yang sederhana, festival tersebut membawa pesan tentang kepedulian, empati, kegembiraan, dan harapan. Setiap kelompok yang datang membawa cerita serta kekuatan masing-masing, kemudian bertemu dalam satu ruang melalui karya dan tradisi.Menurut Farha, festival yang digelar di kawasan kaki Gunung Raung tersebut memang bukan perhelatan dengan ukuran besar. Namun, nilai yang ingin dibangun jauh melampaui ukuran sebuah festival. Tanoker ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk membuat Ledokombo dan Jember menjadi tempat yang layak dihuni dengan gembira.“Bagi Tanoker Ledokombo, festival ini bukan hanya pesta hura-hura, tapi sebuah festival yang punya makna, punya tujuan, festival with mission,” katanya. Misi tersebut, lanjut Farha, berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang yang lahir dan tumbuh di Jember berhak memperoleh kehidupan yang baik, hak-haknya terpenuhi, serta memiliki kesempatan menikmati kegembiraan sebagai bagian dari kehidupan.Semangat itulah yang membuat Festival Egrang terus dirawat dari waktu ke waktu. Permainan tradisional menjadi pintu masuk untuk mempertemukan anak-anak, keluarga, komunitas, kelompok disabilitas, dan masyarakat dari latar yang berbeda. Di dalamnya, tradisi tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya dikenang, melainkan dihidupkan kembali melalui keterlibatan generasi hari ini.