Diskominfo Jember — Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kunjungan langsung, yakni program Homecare, yang dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (23/7/2026). Inisiatif ini dihadirkan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga pra-sejahtera, mendapatkan layanan medis dasar secara gratis tanpa terkendala jarak dan biayaPeluncuran program strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tingkat nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K); Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian; serta adalah Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.Dalam sambutannya, Bupati Jember Gus Fawait, mengungkapkan bahwa gagasan utama pendirian program Homecare berakar dari memori masa kecilnya yang tumbuh di kawasan pelosok desa dekat Kecamatan Sumberbaru. Dia kerap menyaksikan secara langsung bagaimana warga miskin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan finansial"Waktu kecil, saya melihat sendiri tetangga dan warga kurang mampu tidak bisa berangkat ke puskesmas atau rumah sakit karena faktor biaya. Almarhum Abah saya selalu berpesan untuk memprioritaskan dan menjaga masyarakat yang kurang mampu. Pesan serupa juga konsisten ditekankan oleh Ketua Umum kami yang kini menjadi Presiden RI," ujar Gus Fawait.Gus Fawait melanjutkan bahwa tingginya angka kemiskinan di Jember berdampak langsung pada sektor kesehatan daerah, seperti tingginya tingkat tengkes (stunting) serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB). Hal ini mendorong Pemkab Jember melakukan penghematan anggaran secara masif. Termasuk membatalkan pengadaan kendaraan dinas pimpinan. Tujuannya, guna mengalokasikan dana ke penjaminan kesehatan masyarakat melalui program UHC (Universal Health Coverage).Kendati jaminan biaya kesehatan UHC telah berjalan, Pemkab Jember menemukan fakta lapangan bahwa sebagian warga tetap enggan berobat karena terkendala biaya operasional transportasi dan kekhawatiran hilangnya mata pencaharian harian keluarga.Sebagai solusinya, Pemkab Jember menerjunkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang menyisir permukiman warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis langsung di rumah pasieGus Fawait menyebut, skema lelayanan Homecare berisi pemeriksaan lapangan, fasilitas telemedicine, dan bantuan pangan. "Nakes mendatangi rumah warga miskin untuk melakukan pengecekan kondisi fisik dasar menggunakan peralatan medis yang disiagakan," paparnya.Jika pasien membutuhkan penanganan dokter spesialis atau sub-spesialis, nakes di lapangan akan memfasilitasi konsultasi jarak jauh (telemedicine) secara langsung dengan dokter ahli di RSUD se-Kabupaten Jember. "Sebagai bentuk perhatian komprehensif, warga kurang mampu yang telah diperiksa juga akan menerima paket sembako untuk menunjang kebutuhan nutrisi keluarga," lanjutnya.Melalui sinergi antara nakes, jajaran puskesmas, OPD, dan relawan di lapangan, program Homecare diharapkan dapat memangkas kesenjangan akses kesehatan serta menekan angka kesakitan masyarakat di pelosok Kabupaten Jember.***