Diskominfo Jember - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi bersama Unsur Pelaksana DWP se-Kabupaten Jember di Aula BKPSDM Kabupaten Jember, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas anggota dalam bidang ekonomi keluarga, pelestarian lingkungan, dan peningkatan peran perempuan dalam pembangunan.Penjabat Ketua DWP Kabupaten Jember, Widiyaning Endah Purwesti, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki para anggota DWP. Menurutnya, sebagai istri Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DWP memiliki peran strategis dalam mendukung keluarga sekaligus berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai keterampilan dan usaha produktif.“Setiap anggota memiliki potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang usaha mikro, keterampilan, maupun kreativitas lainnya. Tugas kita bersama adalah menemukan, membina, dan membantu mengembangkan potensi tersebut agar dapat menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.Ia mencontohkan berbagai produk kerajinan dan usaha yang telah dikembangkan oleh anggota DWP sebagai inspirasi bagi anggota lainnya untuk berani memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri. DWP Kabupaten Jember juga berkomitmen untuk mendukung promosi serta pengembangan produk hasil karya anggota agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.Rapat koordinasi kali ini menaruh perhatian pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Widiyaning mengajak seluruh anggota untuk memulai perubahan dari diri sendiri dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan membawa tumbler dalam setiap kegiatan.“Langkah kecil yang kita lakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan. Mari kita mulai membangun budaya mengurangi sampah plastik dari keluarga dan lingkungan sekitar kita,” katanya.Sebagai bagian dari penguatan kapasitas anggota, kegiatan rakor menghadirkan materi pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi yang disampaikan oleh Susiyatik, SP. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual dan berpotensi menambah pendapatan keluarga.Sementara itu, materi pengelolaan sampah organik disampaikan oleh Rini Nur Intani, S.Pd. Dalam paparannya, peserta diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah serta mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung gaya hidup berkelanjutan.