Diskominfo Jember - Bupati Jember, Gus Fawait, mengapresiasi langkah kolaborasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember. Yakni, dengan memfasilitasi pemberangkatan 350 peserta gerak jalan tradisional Tanggul–Jember (Tajemtra) menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB) pada Sabtu (5/9/2026). Layanan transportasi khusus dari Stasiun Jember menuju Stasiun Tanggul ini disediakan guna mengoptimalkan angkutan massal sekaligus menyukseskan agenda tahunan tersebut. Pelepasan rombongan dilakukan secara resmi pada pukul 10.15 oleh Bupati Jember bersama unsur Forkopimda dan jajaran manajemen KAI Daop 9. Bupati membuka keberangkatan armada dengan membunyikan semboyan 40 sesuai regulasi keselamatan perjalanan kereta api. Kereta yang mengangkut peserta tiba di Stasiun Tanggul sekitar pukul 10.45. Operasional ini mengandalkan delapan unit kereta eksekutif stainless steel berkapasitas total 350 kursi yang seluruhnya terisi penuh.Pada pelaksanaannya, KAI Daop 9 bertanggung jawab penuh atas manajemen perjalanan, keandalan sarana, layanan stasiun, hingga pengamanan di lintas raya. Adapun pendaftaran serta distribusi tiket ditangani penuh oleh Pemkab Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.Deputi KAI Daop 9 Jember, Dwi Sulistiyono, menegaskan bahwa penyiapan KLB ini merupakan wujud kerja sama strategis dengan pemerintah daerah demi menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan mobilitas para peserta. "Pemanfaatan kereta api pada kegiatan olahraga ini diharapkan mampu memicu kesadaran warga untuk lebih memanfaatkan moda transportasi umum yang aman, efisien, dan ramah lingkungan," ungkapnya.Sementara itu, Gus Fawait menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara Pemkab Jember dan PT KAI. Kerja sama ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran serta kenyamanan mobilitas para peserta Tajemtra."Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi positif antara Pemkab Jember dan PT KAI. Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi bangsa dan negara," ujar Gus Fawait.Dia menegaskan bahwa seluruh program kegiatan daerah harus sejalan dengan arahan Presiden, yakni memberikan dampak nyata terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember.Ajang Tajemtra edisi ke-49 ini juga diproyeksikan menjadi penyelenggaraan dengan partisipasi terbanyak sepanjang sejarah. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.Menatap potensi ekonomi dan pariwisata daerah, Gus Fawait lebih lanjut mengungkapkan rencana strategis Pemkab Jember untuk menata kawasan Stasiun Kereta Api Jember agar memiliki daya tarik khas yang berkelas."Kami berencana membangun area stasiun dengan menyambungkan konektivitas bersama PT KAI. Harapannya, atmosfernya bisa menarik seperti di Jogja sehingga wisatawan dari berbagai daerah tertarik untuk berkunjung ke Jember," tambahnya.Melalui integrasi transportasi massa dan penataan kawasan yang matang, ajang Tajemtra 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tradisi olahraga jalan kaki, melainkan juga penggerak roda ekonomi lokal bagi warga Jember.***