Diskominfo Jember - Bupati Jember, Gus Fawait secara resmi melepas 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5 di Alun-alun Jember, Minggu (19/7/2026). 3000 Mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut akan melaksanakan pengabdian di 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember sebagai wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung pembangunan desa sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan berbasis data.Mengusung tema "Desa Cinta", KKN Kolaboratif ke-5 tahun ini berfokus pada penguatan Desa Cerdas melalui penyediaan infografis dan literasi data desa, Desa Inklusi melalui program pemberdayaan perempuan, ibu, dan penyandang disabilitas, serta Desa Tangguh yang diarahkan pada pengembangan kewirausahaan masyarakat. Ketiga fokus tersebut diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan mahasiswa. Selain menjadi ruang mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.Ia mengingatkan bahwa generasi muda selalu memiliki peran penting dalam setiap perubahan besar yang terjadi di Indonesia. Semangat tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat, bukan hanya melalui kritik terhadap berbagai persoalan."Republik ini merdeka bukan karena pemberian siapa pun ataupun hadiah dari penjajah, tetapi karena perjuangan para pahlawan. Dalam sejarah, setiap perubahan besar selalu diawali oleh peran kaum muda. Hari ini adik-adik mahasiswa memiliki kesempatan memberikan kontribusi nyata kepada bangsa melalui KKN," ujar Gus Fawait.Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial. Oleh karena itu, pelaksanaan KKN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu menghasilkan data, rekomendasi, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.Salah satu fokus KKN Kolaboratif ke-5 adalah membantu pemerintah melakukan validasi data masyarakat, khususnya kelompok desil dua, agar berbagai program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran.Gus Fawait menilai masih terdapat persoalan ketidaktepatan data penerima bantuan di lapangan. Melalui keterlibatan mahasiswa yang turun langsung ke desa, pemerintah berharap proses pendataan menjadi lebih akurat sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh haknya.Ia menambahkan, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Dengan dukungan mahasiswa, program pengentasan kemiskinan diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.Ia mengajak seluruh mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta sivitas akademika menjadikan KKN Kolaboratif sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember."Ini menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk membuktikan bahwa kampus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember," katanya.Pada akhir sambutannya, Gus Fawait mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan membuka program beasiswa bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia."Kami menyiapkan beasiswa bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember. Tidak hanya untuk kategori afirmasi ekonomi, tetapi juga bagi mahasiswa yang berprestasi. Ini merupakan ikhtiar kami mengurai kemiskinan melalui jalur pendidikan," ungkapnya.