Diskominfo Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus menggeliatkan berbagai program kerakyatan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengoptimalkan serapan anggaran serta menjalankan program inovatif Bunga Desaku di penghujung tahun, yang kali ini dipusatkan di Kecamatan Umbulsari pada Selasa, 3 November 2026.Rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari dirancang secara padat dan menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat. Agenda harian bupati beserta jajaran dalam serangkaian Bunga Desaku meliputi Temu Kader Posyandu di Kantor Desa Sidorejo, Homecare Lansia, Sholawat Kampung & Guru Ngaji di Kantor Desa Sukoreno, Pertemuan UMKM & Mlijo Cinta di SDN Umbulsari, Pertemuan Kyai & Ibu Nyai di Kantor Kecamatan Umbulsari, hinggaSerap Aspirasi Tokoh Masyarakat di Kantor Desa Paleran.Dalam keterangannya, Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah fokus menggenjot penyerapan anggaran secara maksimal. Langkah ini dinilai sebagai instrumen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi."Hari in prioritas kita untuk melakukan penyerapan anggaran secara optimal, karena itu menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi kita," ujar Gus Fawait. Dia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat evaluasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi ini bertujuan agar anggaran di setiap lini dapat digenjot kembali dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.Terkait pelaksanaan program Bunga Desaku yang sengaja ditempatkan di penghujung tahun, Gus Fawait membeberkan strategi di balik pemilihan waktu tersebut. Program ini tidak hanya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga difungsikan sebagai instrumen pengendalian inflasi.Langkah ini mendesak dilakukan mengingat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, serta adanya ancaman dampak iklim El Nino yang berpotensi memicu kegagalan panen. Berdasar teori ekonomi, gangguan pasokan akibat gagal panen berisiko mendongkrak harga bahan pokok dan memicu inflasi.Oleh karena itu, suvenir utama yang dibagikan dalam kegiatan Bunga Desaku diarahkan berupa kebutuhan sembako. Gus Fawait menekankan bahwa stabilisasi harga melalui intervensi langsung sangat krusial.Sebab, kenaikan inflasi dan harga barang akan berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat serta berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. “Kalau harga-harga ini bisa kita kendalikan, maka pengeluaran dari masyarakat bisa kita turunkan dan tidak terlalu mahal. Itu sebagai tools untuk penurunan kemiskinan," pungkasnya.***