logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Gus Fawait Titip Pesan ke Kader Posyandu dan RT RW Masifkan Sosialisasi Layanan Homecare untuk Warga yang Membutuhkan

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
28 Juli 2026
33 Kali dibaca
Gus Fawait Titip Pesan ke Kader Posyandu dan RT RW Masifkan Sosialisasi Layanan Homecare untuk Warga yang Membutuhkan
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus menggembleng program Homecare guna memperluas jangkauan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kelas bawah. Dalam agenda silaturahmi bersama Kader Posyandu serta pengurus RT dan RW di Balai Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Senin (28/7/2026) sore, Bupati Jember, Gus Fawait, secara khusus menitipkan pesan agar para pilar masyarakat tersebut aktif menyebarluaskan informasi mengenai layanan ini.

Di hadapan ratusan kader dan pengurus RT/RW yang hadir, Gus Fawait menegaskan bahwa kesuksesan program Homecare sangat bergantung pada peran aktif jajaran di tingkat bawah untuk menyosialisasikannya kepada warga yang membutuhkan.

"Saya menitipkan amanat penting ini kepada panjenengan semua, para kader Posyandu serta ketua RT dan RW. Tolong sampaikan kepada warga kita yang kurang mampu, bahwa sekarang Pemkab Jember punya layanan Homecare. Jika ada tetangga kita yang sakit parah atau kesulitan berobat ke puskesmas, tim medis yang akan datang langsung merawat di rumah mereka," ujar Gus Fawait.

Gus Fawait menjelaskan, program inovatif ini digagas sebagai bentuk kepedulian nyata Pemkab Jember dalam menjamin hak kesehatan warga berpenghasilan rendah. Untuk mengakses program penanganan medis gratis di kediaman pasien ini, masyarakat dapat mendaftar melalui dua jalur utama, yakni layanan aduan Wadul Gus'e atau menghubungi Hotline Homecare di Puskesmas setempat.

Meski begitu, Gus Fawait menyebutkan bahwa setiap permohonan yang masuk tidak otomatis disetujui. Petugas kesehatan di puskesmas akan melakukan pencocokan data, verifikasi lapangan, serta pemindaian (screening) medis terlebih dahulu demi memastikan bantuan tepat sasaran.

"Adapun kriteria prioritas penerima manfaat Homecare meliputi warga prasejahtera dengan penyakit kronis/menahun, anak balita terindikasi mengalami stunting, ibu hamil maupun pascamelahirkan yang masuk kategori risiko tinggi, hingga penyandang disabilitas serta kelompok rentan medis lain.

Bagi warga yang dinyatakan lolos tahap verifikasi, tim medis puskesmas akan menyusun jadwal visitasi secara berkala. Personel yang diturunkan ke rumah pasien mencakup perawat, bidan, nutrisionis (ahli gizi), hingga tenaga pendukung lengkap dengan peralatan medis serta ketersediaan obat-obatan.

Menariknya, para petugas di lapangan juga dibekali sarana telemedicine. Fasilitas ini memungkinkan tenaga kesehatan berkonsultasi secara real-time dengan dokter umum di Puskesmas maupun dokter spesialis di RSUD apabila dijumpai kondisi darurat yang memerlukan tindakan lanjut.

Tidak hanya memberikan pengobatan, nakes juga bertugas membimbing keluarga pasien agar secara bertahap mampu melakukan perawatan mandiri di rumah.

Mengenai persyaratan administrasi, Gus Fawait meminta kader Posyandu dan RT/RW membantu warga mengumpulkan dokumen pendukung, antara lain fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), nomor WhatsApp aktif yang bisa dihubungi, dan salinan rekam medis atau riwayat penyakit sebelumnya (jika ada).

"Melalui kolaborasi erat bersama kader Posyandu dan pengurus RT/RW dalam menyosialisasikan program dokter keluarga ini, kami optimistis derajat kesehatan serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jember dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas Gus Fawait.***

Galeri Berita