logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Jember Catat Rekor Penurunan Kemiskinan Terbesar di Jawa Timur pada Maret 2026

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
20 Oktober 2026
44 Kali dibaca
Jember Catat Rekor Penurunan Kemiskinan Terbesar di Jawa Timur pada Maret 2026
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember — Kabupaten Jember mencatatkan prestasi gemilang dalam penanggulangan kemiskinan. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jember pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 15,99 ribu jiwa. Angka ini menempatkan Jember sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di antara 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Jika pada Maret 2025 total warga prasejahtera di Jember masih menyentuh 216,76 ribu jiwa, maka setahun berselang (Maret 2026) turun menjadi 200,77 ribu jiwa. Pergeseran posisi turut terjadi. Peringkat jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur yang sebelumnya diduduki Jember di urutan kedua (di bawah Kabupaten Malang), kini bergeser ke peringkat ketiga di bawah Kabupaten Malang (233,80 ribu jiwa) dan Kabupaten Sampang (202,59 ribu jiwa).

Dari sisi proporsi, tingkat kemiskinan Jember menyentuh angka 8,00 persen pada Maret 2026. Capaian ini merupakan rekor terendah dalam kurun waktu satu dekade terakhir, mengingat pada 2017 angka kemiskinan di wilayah ini sempat berada di level 11,00 persen. Menariknya lagi, persentase tersebut berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 yang dipatok pada angka 8,36perssn, dengan selisih lebih baik 0,36 poin persentase.

Capaian tersebut juga membuat posisi Jember berada di bawah rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 9,06 persen (selisih 1,06 poin). Bahkan, persentase kemiskinan Jember kini sedikit lebih baik dibanding angka nasional yang berada di level 8,07 persen.

Selain kuantitas yang menurun, karakteristik kemiskinan di Jember menunjukkan tren yang lebih positif. Hal ini tercermin dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang berada di angka 0,71, jauh lebih rendah 41 perssn dari rata-rata Jawa Timur (1,21) dan 44 persen di bawah angka nasional (1,27).

Begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Jember yang tercatat sebesar 0,10. Angka ini terpangkas hingga 58 perssn dibanding rata-rata Jawa Timur (0,24) dan 66 persen di bawah angka nasional (0,29). Secara sederhana, kondisi ini mengindikasikan bahwa rata-rata masyarakat miskin di Jember posisi ekonominya berada relatif dekat dengan garis kemiskinan, serta memiliki tingkat ketimpangan antarmasyarakat miskin yang lebih sempit. Kondisi ini dinilai sangat potensial untuk mempercepat proses pengentasan lewat intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam lingkup regional kawasan Sekar Kijang (yang meliputi Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo), Jember keluar sebagai yang tercepat dalam menekan angka kemiskinan. Total pengurangan penduduk miskin di lima wilayah tersebut terkalkulasi sekitar 32,00 ribu jiwa, di mana Jember menyumbang separuh dari total penurunan regional tersebut.

Secara persentase, penurunan kemiskinan Jember mencapai 0,67 poin (dari 8,67 persen menjadi 8,00 persen), melampaui capaian Banyuwangi (penurunan 0,53 poin), Bondowoso (0,36 poin), Situbondo (0,34 poin), Lumajang (0,27 poin), serta rata-rata Jawa Timur secara keseluruhan yang turun 0,44 poin (dari 9,50 persen ke 9,06 persen ).

Kini, tingkat kemiskinan Jember berada di bawah Bondowoso (11,84 persen) dan Situbondo (10,83 persen), mendekati capaian Lumajang (8,33 persen), serta berada di atas Banyuwangi (5,60 persen).***

Galeri Berita