logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Pemkab Jember Perkuat Peran Guru Ngaji dalam Pembentukan Karakter Generasi

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
28 Juni 2026
46 Kali dibaca
Pemkab Jember Perkuat Peran Guru Ngaji dalam Pembentukan Karakter Generasi
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pembangunan karakter masyarakat melalui kolaborasi dengan para guru ngaji dan tokoh pengajian. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jember, Gus Fawait, saat menghadiri pertemuan kelompok ketua pengajian dan guru ngaji dalam rangkaian program Bunga Desaku yang digelar di Balai Desa Sukorambi (27/6).

Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai akhlak sebagai fondasi utama kemajuan masyarakat. Menurutnya, guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan adab.

“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Guru ngaji selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam mendidik anak-anak kita. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan penghormatan kepada mereka,” ujar Gus Fawait.

Lebih lanjut, Gus Fawait memastikan bahwa program insentif bagi guru ngaji kembali disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan semata bantuan materi, melainkan bentuk penghormatan negara kepada para pendidik agama di tingkat akar rumput.

“Guru ngaji tetap mengajar meskipun tidak diberi insentif. Mereka mengajar karena pengabdian. Maka insentif ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada panjenengan semua,” ungkapnya.

Gus Fawait juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah meningkatnya tantangan kenakalan remaja. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak mengikuti majelis dzikir dan shalawat sebagai bagian dari pendidikan spiritual. Majelis tersebut, menurutnya, menjadi ruang pembentukan ketenangan jiwa sekaligus penguatan akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Galeri Berita