logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Pengurus PWRI Jember Dikukuhkan, Teguhkan Peran Wredatama dalam Pengabdian

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
28 September 2026
19 Kali dibaca
Pengurus PWRI Jember Dikukuhkan, Teguhkan Peran Wredatama dalam Pengabdian
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember - Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Jember masa bakti 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula PB Sudirman, Senin (28/9/2026). Mengusung tema “Meneguhkan Perjuangan Martabat PWRI sebagai Wadah Para Purna Bhakti dan Penyalur Aspirasi Para Wredatama”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran para purna bhakti dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebanyak 25 pengurus dikukuhkan dalam kepengurusan PWRI Kabupaten Jember. PWRI merupakan wadah para pensiunan ASN, pegawai BUMN dan BUMD, pejabat negara, serta pensiunan kepala desa dan perangkat desa.

Ketua PWRI Kabupaten Jember, Sudjak Hidayat, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap keberlangsungan organisasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat konsolidasi sekaligus menjaga semangat para purna bhakti untuk terus bersilaturahmi dan berkontribusi kepada masyarakat.

“Dengan dukungan dan kerja sama seluruh anggota, kita tetap menjaga kesatuan dan persatuan sehingga semangat para pensiunan tetap terjaga. Kita bersama-sama bersilaturahmi dan terus mengabdi kepada masyarakat,” ujar Sudjak.

Sudjak menyampaikan, berdasarkan pendataan terbaru, jumlah anggota PWRI Kabupaten Jember yang terdaftar mendekati 2.000 orang. Setelah kepengurusan dikukuhkan, PWRI akan menyusun program kerja jangka pendek, jangka panjang, hingga lima tahunan yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan anggota serta penguatan konsolidasi organisasi.

Sementara itu, Bupati Jember, Gus Fawait menyampaikan penghargaan kepada para pengurus dan anggota PWRI yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun untuk pembangunan daerah. Menurutnya, masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kalau soal purna dan pensiun, itu karena memang aturannya. Tetapi pada hakikatnya untuk berjuang, tidak lekang oleh waktu,” tutur Bupati.

Gus Fawait menegaskan, pengalaman dan pengabdian para wredatama tetap memiliki nilai bagi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Jember juga mendorong sinergi dengan PWRI, termasuk melalui dukungan pelayanan kesehatan bagi para pengurus sebagai bentuk penghormatan kepada para purna bhakti.

“Ini adalah bentuk cinta kami kepada para senior yang telah berjuang banyak untuk Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.

Galeri Berita