logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Pertama dalam Sejarah Jember, Doa Cinta Lintas Agama Sambut HUT ke 81 RI di Jember

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
17 Agustus 2026
39 Kali dibaca
Pertama dalam Sejarah Jember, Doa Cinta Lintas Agama Sambut HUT ke 81 RI di Jember
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember - Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan Do'a Cinta untuk Indonesia Raya. Kegiatan ini dihadiri Bupati Jember Gus Fawait beserta jajaran Perjabat Pemerintah Kabupaten Jember dan perwakilan tokoh agama di Kabupaten Jember.

Do'a Cinta ini adalah awal rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81. Dalam Kegiatan tersebut Doa juga di lantunkan masing-masing tokoh lintas Agama yakni Islam KH. Misbahul Khoiri Alis, Kristen Pdt Kun Slamet Gembala HKBP MDC, Romo Yoseph Utus, O. Carm, Pastor Kepala Paroki Gereja Katolik Santo Yusup, I Nengah Sukarya mewakili umat agama Hindu, Sutarno dari agama Budha, Sunyoto dari penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan Doa Cinta untuk Indonesia Raya merupakan acara doa bersama tokoh lintas agama yang diselenggarakan sebagai wujud nyata penguatan toleransi, kerukunan, serta persatuan keberagaman masyarakat di Kabupaten Jember. Dalam sejarah Kabupaten Jember, momen bersejarah berupa majelis doa bersama para pemuka dari berbagai keagamaan ini pertama kali diinisiasi dan dilaksanakan pada masa kepemimpinan Bupati Gus Fawait.

Bupati Jember menegaskan bahwa acara Doa Cinta yang dipimpin seluruh pemuka agama bertujuan mendoakan kemerdekaan serta menegaskan Jember sebagai rumah bersama. "Pemkab Jember beserta Forkopimda akan menjamin kepentingan masyarakat dan peribadatan, sekaligus berharap kegiatan ini menjadi budaya kebersamaan tanpa sekat demi keutuhan NKRI," tegasnya.

Romo Yoseph perwakilan dari Katolik juga mengatatakan bahwa Doa Cinta untuk Indonesia Raya merupakan sarana penting untuk memupuk rasa cinta tanah air dan persatuan seluruh elemen bangsa. Kebersamaan tersebut menjadi modal utama bagi masyarakat dan pemimpin untuk bekerja sama membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Bagi kami, rasa cinta pada negara merupakan bagian dari keimanan yang harus selalu ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan tumbuhnya kecintaan tersebut, segala perbedaan di antara kita dapat disatukan dan dihilangkan," ungkap Gus Misbah, Ketua Harian Forum Komunikasi Pondok Pesatren.

Dalam kesempatan kali ini Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen menjaga hak peribadatan warga dan mempererat persatuan antarumat beragama. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik secara santun serta bersama-sama menjaga kewibawaan simbol negara.

Galeri Berita