logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Bertaruh Nyawa demi Ibu dan Bayi Kisah Perjuangan Bidan Wilayah di Pelosok Jelbuk

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
11 Februari 2026
64 Kali dibaca
Bertaruh Nyawa demi Ibu dan Bayi Kisah Perjuangan Bidan Wilayah di Pelosok Jelbuk
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember – Menjadi tenaga kesehatan di wilayah terpencil bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah pengabdian yang sering kali mempertaruhkan keselamatan pribadi. 


Hal inilah yang dialami oleh Tria Dewi Poerbarini (41), seorang bidan yang telah mendedikasikan dirinya selama 19 tahun melayani masyarakat di Kecamatan Jelbuk.


Dalam kegiatan home care (kunjungan rumah) yang dilaksanakan tim JCKIA baru-baru ini, Tria membagikan kisah perjuangannya menembus medan ekstrem demi menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).


Selama hampir dua dekade bertugas, Tria kerap menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat akan kesehatan karena faktor pendidikan. Dia mengenang sebuah peristiwa dramatis saat seorang ibu melahirkan di rumah dengan dibantu dukun, namun mengalami perdarahan hebat karena plasenta yang tertahan di dalam rahim.


"Saya datang jam 11 malam. Alhamdulillah bisa tertangani dan saya bawa turun. Sejak kejadian itu, masyarakat mulai kapok untuk melahirkan di rumah. Jika terjadi kegawatdaruratan, mereka tetap butuh tenaga kesehatan," kenang Tria.


Kisah paling emosional dialami Tria saat ia sendiri sedang mengandung anak ketiga di usia 35 tahun. Meski dalam kondisi hamil, dia tetap merespons panggilan untuk menolong persalinan di daerah atas dalam kondisi hujan deras dan waktu Maghrib.


Nahas, Tria terpeleset hingga mengalami perdarahan hebat. "Saya harus dirawat di rumah sakit selama 15 hari dan mendapatkan transfusi 10 kantong darah. Alhamdulillah, karena niatnya baik menolong masyarakat, Allah juga menolong saya," ungkapnya haru.


Lebih lanjut, Tria menerangkan bahwa akses menuju sasaran di wilayah Jelbuk memang sangat sulit. Dari tempat parkir kendaraan, Tria dan tim harus berjalan kaki selama 1 hingga 1,5 jam untuk mencapai rumah warga. 


Medan yang licin dan menanjak hanya bisa dilalui oleh warga lokal jika menggunakan sepeda motor. "Bagi orang luar, jalan kaki adalah satu-satunya pilihan aman," tegasnya


Bagi Tria, program home care yang melibatkan berbagai sektor saat ini sangat membantu tugas bidan wilayah. Program ini menjadi solusi bagi warga yang enggan atau kesulitan datang ke Posyandu maupun Puskesmas.(isn)