logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pembangunan / Infrastruktur

Gedung Lapuk SDN 1 Sumberanget Akhirnya Direvitalisasi, Kegiatan Belajar Dialihkan Sementara ke Musala

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
30 September 2026
29 Kali dibaca
Gedung Lapuk SDN 1 Sumberanget Akhirnya Direvitalisasi, Kegiatan Belajar Dialihkan Sementara ke Musala
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember — Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, kini tengah menjalani program revitalisasi fisik secara menyeluruh setelah sekian lama berada dalam kondisi memprihatinkan. Pengerjaan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar lebih ini mencakup perbaikan ruang kelas, perpustakaan, fasilitas sanitasi, penataan lingkungan, hingga penyediaan mebeler sekolah.

​Plt. Kepala SDN 1 Sumberanget, Desi Ratna Sulistyowati, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan renovasi tersebut. Menurut dia, seluruh pihak sekolah, mulai para pengajar, tenaga kependidikan, hingga para murid, merasa sangat lega.

Pasalnya, sebelum ada perbaikan resmi, kondisi fisik bangunan sekolah sangat mengkhawatirkan. Terutama pada bagian atap yang telah lapuk dan mengalami kerusakan parah.

​"Sebelumnya, kami sempat berinisiatif melakukan perbaikan secara swakelola bersama paguyuban wali murid. Para orang tua siswa bergotong royong secara sukarela untuk membenahi atap agar tidak membahayakan. Namun karena keterbatasan dana swadaya, hasilnya seadanya dan plafon atau eternit terpaksa dibongkar habis," ujar Desi.

​Selain ruang kelas, perbaikan juga menyasar sarana sanitasi sekolah. Sebelumnya, SDN 1 Sumberanget hanya memiliki satu fasilitas toilet terbatas, satu bilik putra dan satu bilik putri, yang juga didirikan dari hasil swadaya. Melalui proyek revitalisasi ini, sekolah mendapatkan pembangunan unit toilet baru sebanyak tiga bilik yang diperuntukkan bagi siswa putra, siswa putri, serta tenaga pengajar.

​Selama masa pengerjaan proyek yang ditargetkan berlangsung selama 100 hari (sekitar tiga bulan) sejak akhir Agustus lalu, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak diliburkan. Pihak sekolah berkoordinasi dengan komite serta tokoh masyarakat setempat untuk meminjam tiga musala terdekat sebagai tempat pembelajaran sementara.

​"Sistem pembelajaran kami bagi menjadi dua gelombang. Kelas 1, 2, dan 3 melangsungkan pelajaran pada sesi pagi, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 masuk pada sesi siang," jelasnya.

​Saat ini, SDN 1 Sumberanget menampung sebanyak 84 murid dengan ditunjang oleh 10 orang tenaga pengajar. Desi berharap, rampungnya pembenahan sarana dan prasarana ini kelak dapat memicu peningkatan kualitas belajar sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 1 Sumberanget.*

Galeri Berita