logo_brand

DISKOMINFO

KABUPATEN JEMBER
navbar_brand
Pemerintahan / Umum

Kemendes PDT dan Kementerian PKP Apresiasi Program Jember, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pusat untuk Tekan Kemiskinan

Editor Bidang Media
Editor Bidang Media
22 Agustus 2026
62 Kali dibaca
Kemendes PDT dan Kementerian PKP Apresiasi Program Jember, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pusat untuk Tekan Kemiskinan
Sumber Gambar: Tim Media Diskominfo Jember
Diskominfo Jember – Sejumlah terobosan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Dalam kunjungan kerja ke Jakarta, Jumat (21/8/2026), Bupati Jember, Gus Fawait memaparkan berbagai program yang telah berjalan di Jember kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jember untuk memperkuat sinergi antara program daerah dan pemerintah pusat. Gus Fawait tidak hanya membawa usulan, tetapi juga menyampaikan apa yang telah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data, sistem pendukung, serta capaian pelaksanaannya.

“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.

Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan percepatan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu agenda utama pembangunan nasional.

Di Kemendes PDT, Gus Fawait bersama jajarannya diterima langsung oleh Yandri Susanto selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, beserta seluruh jajaran. Pertemuan berlangsung dengan saling memaparkan program. Kemendes PDT menyampaikan berbagai kebijakan dan kegiatan pemerintah pusat yang memiliki peluang untuk disinergikan dengan Kabupaten Jember.

Sebaliknya, Gus Fawait memaparkan berbagai program yang telah berjalan di Jember. Termasuk Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dan Homecare.

Kedua program tersebut dipaparkan secara rinci. Tidak hanya dari sisi konsep, tetapi juga mekanisme pelaksanaan, data penerima manfaat hingga implementasinya di lapangan.

“Bunga Desaku membawa pemerintah dan berbagai layanan langsung lebih dekat kepada masyarakat, ajang sosialisasi program, sarana serap aspirasi dan strategi pengendalian inflasi. Sedangkan melalui Homecare, pelayanan kesehatan hadir langsung ke rumah warga, khususnya masyarakat miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan,” ujar Gus Fawait.

Paparan berbasis data tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kemendes PDT. Sejumlah inovasi yang dilakukan Kabupaten Jember dinilai memiliki pendekatan konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program-program yang telah dikembangkan di Jember juga diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kabupaten lain di Indonesia.

Lebih lanjut, apresiasi juga diperoleh Pemkab Jember dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sinergi antara Pemkab Jember dan Kementerian PKP sebelumnya telah terbangun ketika jajaran kementerian hadir langsung dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jember mendapatkan arahan sekaligus timeline untuk memenuhi berbagai tahapan program bedah rumah, atau dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pemkab Jember kemudian bergerak cepat dan berhasil menyelesaikan tahapan yang diperlukan sesuai tenggat waktu yang diberikan Kementerian PKP.

Dalam koordinasi di Jakarta, Pemkab Jember juga memaparkan sistem dan aplikasi yang digunakan untuk mendukung pendataan serta mempermudah sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program di Jember.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Jember bukan hanya siap mengusulkan, tetapi juga siap dari sisi data, sistem dan pelaksanaannya. Ketika pemerintah pusat memberikan peluang, daerah juga harus bergerak cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Gus Fawait.

Gus Fawait menegaskan bahwa kunjungannya ke sejumlah kementerian merupakan bagian dari strategi Pemkab Jember membangun pola hubungan pusat dan daerah yang semakin produktif.

“Kami ingin kementerian melihat langsung kesiapan Jember dan kebutuhan riil masyarakat. Dari sana kita cari titik temu sehingga program pemerintah pusat dapat memperkuat apa yang sudah berjalan di daerah,” ujar Gus Fawait.

Dengan pola tersebut, kementerian dapat melihat secara langsung kesiapan daerah dan kebutuhan riil masyarakat Jember. Di sisi lain, Pemkab Jember dapat mengoptimalkan berbagai program pemerintah pusat untuk memperbesar dampak program yang telah berjalan di daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pembangunan tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Jember, tetapi juga diperkuat melalui dukungan program pemerintah pusat.

Penguatan sinergi dengan kementerian tersebut memiliki satu muara utama. Yakni, mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

“Ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Jember harus mengambil bagian dan menerjemahkan agenda besar pemerintah pusat itu menjadi kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Gus Fawait.

Pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2026. Selain itu, angka kemiskinan nasional terus diturunkan hingga berada pada kisaran 4,5–5 persen pada 2029.

Karena itu, Pemkab Jember ingin mengambil bagian secara aktif dalam mewujudkan target nasional tersebut melalui kerja konkret di daerah. Program kesehatan seperti Homecare, perbaikan rumah masyarakat tidak mampu, pemberdayaan desa, penguatan ekonomi masyarakat hingga pelayanan pemerintahan yang dibawa langsung melalui Bunga Desaku menjadi bagian dari instrumen untuk memutus berbagai mata rantai kemiskinan.

“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” kata Gus Fawait. Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat menjadi sangat penting.

“Semakin banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan kebutuhan masyarakat Jember, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan,” lanjutnya.

Pemkab Jember ingin memastikan bahwa semangat besar Presiden Prabowo dalam menghapus kemiskinan ekstrem dan mempercepat penurunan kemiskinan nasional juga diterjemahkan menjadi kerja nyata sampai ke desa-desa di Kabupaten Jember.

Dengan demikian, kunjungan Gus Fawait ke Jakarta bukan semata membawa kepentingan Kabupaten Jember, tetapi juga menjadi bentuk komitmen daerah untuk tegak lurus dan mengambil bagian dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

Galeri Berita